header-int

Lima Kebijakan Kemdikbud Majukan Pendidikan Indonesia

17 Nov 2019
Lima Kebijakan Kemdikbud Majukan Pendidikan Indonesia

Kebijakan pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin lima tahun kedepan lebih menekankan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jokowi memandang bahwa kunci utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global adalah dengan mendorong peningkatan kualitas SDM. Meskipun sektor infrastruktur juga terus dijalankan. 

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memiliki 5 kebijakan untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Sebagaimana diungkapkan Kepala BKLM Ade Erlangga dalam acara Fasilitasi Hubungan Kehumasan Kemendikbud, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) di  Kuta, Bali,  Kamis, 14 November 2019 kemarin.

 

Lima kebijakan tersebut, yaitu; pertama, prioritaskan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila. 

 

Kedua potong semua regulasi yang menghambat terobosan dan peningkatan investasi.

 

Ketiga, kebijakan pemerintah harus kondusif untuk menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan investasi di sektor pendidikan.

 

Keempat, semua kegiatan pemerintah berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dengan mengutamakan pendekatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang baru dan inovatif.

 

Kelima, memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan baik daerah terpencil maupun kota besar untuk mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sama untuk pembelajaran.

 

Sudah saatnya SDM Indonesia tampil lebih berkualitas di tingkat internasional. Dengan menguasai teknologi dan berbudaya tinggi, SDM Indonesia akan memiliki keunggulan bagus dari negara-negara lain. Visi ini sangat mungkin untuk dicapai bila pemerintah melakukannya dengan serius. 

 

Hal yang lebih penting ditingkatkan sebagai keunggulan SDM adalah karakter lulusan. Model pendidikan karakter menjadi konsep dasar pembangunan pendidikan Indonesia terutama pendidikan dasar dan menengah. Seperti sebab pada fase tersebut pembentukan mental, spiritual dan emosional sangat vital, artinya menentukan kepribadian mereka di usia berikutnya. 

 

"Mudah-mudahan dalam waktu 100 hari ke depan ada hal-hal yang bisa kita rasakan terkait kebijakan-kebijakan yang bisa mendukung apa yang dikehendaki oleh visi dan misi presiden," kata Ade Erlangga dalam laman Kemdikbud.(*)

© Politeknik Kutaraja 2020