header-int

Asesor BAN PT Visitasi Prodi D3 Akuntansi Politeknik Kutaraja

24 Aug 2019
Asesor BAN PT Visitasi Prodi D3 Akuntansi Politeknik Kutaraja

Dalam rangka meningkatkan standar mutu perguruan tinggi dan program studi. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT melakukan visitasi untuk Asessment Lapangan (AL) ke Politeknik Kutaraja, Minggu-Selasa, 18-20 Agustus 2019.

 

Asessment lapangan yang dilakukan oleh 2 asesor BAN PT merupakan respon Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tersebut atas borang akreditasi yang diajukan oleh Direktur Politeknik Kutaraja secara daring pada SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online) pada Maret 2019 lalu. 

 

Sesuai dengan Permenristekdikti No 32/2016, BAN-PT mengembangkan instrumen akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor pendidikan tinggi di Indonesia dan mengikuti perkembangan global. Salah satunya adalah dengan menetapkan standar nasional mutu perguruan tinggi. Dan mengevaluasinya dengan sistem akreditasi. 

 

Ini merupakan kali pertama Politeknik Kutaraja divisitasi terkait akreditasi oleh BAN PT setelah mendapatkan izin pendirian dan izin operasional dari Kemenristek Dikti tahun 2017 baik institusi maupun program studi. 

 

"Alhamdulillah setelah menunggu antrian, hari ini salah satu prodi yaitu D3 Akuntansi yang ada di Politeknik Kutaraja di visit untuk asessment lapangan oleh Asesor BAN PT. Selamat datang Bapak Nedsal Sixpria, SE.,MM.Ak dan Ibu Dra. Ani Sri Murwani Kumara Kapti, MM. Ak di Kampus Politeknik Kutaraja." sambut Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto, SP.,M.Si saat acara pembuka. 

 

Sementara Nedsal Sixpria yang saat ini tercatat sebagai Dosen di Politeknik Negeri Jakarta mengatakan ini kunjungannya yang ketiga atau empat kali ke Aceh. Seblumnya pernah ke Politeknik Negeri Lhokseumawe, Politeknik Aceh, dan Politeknik Kutaraja. 

 

"tadinya saya searching di mana letak Politeknik Kutaraja ketika mendapatkan amanah dari BAN PT. Ternyata ada di Banda Aceh." kata Sixpria mengawali pembicaraannya bersama Ani Sri Murwani Kumara Kapti dihadapan pimpinan Poltek Kutaraja. 

 

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini terdapat hampir 10.000 perguruan tinggi dan prodi yang sedang menunggu antrian akreditasi dari BAN PT baik yang hampir kadaluarsa maupun pengajuan baru. Semua borang ajuan tersebut masih menggunakan standar lama yaitu 7 standar. 

 

Asessment lapangan yang dilakukan oleh asesor sebenarnya hanya sebatas melakukan validasi dan mencocokkan data rill dengan apa yang sudah dituliskan dalam borang. Jadi kerja asesor BAN PT berbanding terbalik dengan penyidik KPK. 

 

"Asesor hanya meminta data dari apa yang dituliskan dalam borang, itu saja. Oleh prodi hanya perlu memperlihatkan. Jika ada ya bilang ada, begitu juga kalau tidak ada katakan tidak ada. Jadi justru asesor itu membantu kelancaran akreditasi. Jadi tidak mencari-cari kesalahan." urai Nedsal. 

 

"Bila perlu ketika diminta data oleh asesor, Anda tanya balik, butuh berapa banyak lagi pak?" kali ini ucapan Nedsal disambut tawa para peserta yang hadir. 

 

Kegiatan ini sendiri berlangsung hingga menjelang waktu shalat Isya dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara antara asesor dan pimpinan Politeknik Kutaraja.

 

Sedangkan hasilnya baru akan diumumkan pada Kamis, 22/08/2019, setelah dewan eksekutif akreditasi BAN PT mengadakan rapat paripurna dan melakukan penetapan hasil berdasarkan asessment lapangan oleh kedua asesor tersebut. (ham) 

© Politeknik Kutaraja 2019